Mempawah_Kalbar - Aroma culas praktik pelangsiran BBM bersubsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Mempawah akhirnya dibongkar habis. Geram dengan ulah oknum nakal yang bikin solar subsidi cepat ludes, tim gabungan dari Polres Mempawah, TNI, Pertamina, hingga DPRD langsung turun gunung melakukan inspeksi mendadak (sidak) beberapa waktu lalu,
Kamis (2/7/2026).
Dua titik panas di Kecamatan Sungai Pinyuh, yaitu SPBU Nusapati dan SPBU Bakau Besar, langsung menjadi sorotan utama. Kedua SPBU ini diduga kuat menjadi "surga" bagi para mafia pelangsir karena melonggarkan aturan demi keuntungan sepihak.
Satu Mobil, Banyak Barcode: Trik "Siluman" Penguras Solar Dalam sidak yang berlangsung dramatis tersebut, petugas memergoki langsung akal bulus para mafia solar eceran ini. Modusnya terbilang nekat: satu mobil bisa membawa banyak barcode pengisian yang identitasnya sama sekali tidak cocok dengan kendaraan yang digunakan.
Begitu tangki penuh dengan barcode pertama, mereka tinggal menukar barcode lain untuk kembali menyedot solar. Praktik ngetap alias melangsir ini dilakukan secara berulang-ulang dengan cara keliling dari SPBU satu ke SPBU lainnya.
Sengaja Dipelihara? Mobil "Hantu" Bebas Nongkrong Berhari-hari Kondisi di lapangan semakin diperparah dengan temuan kejanggalan sistemik yang membuat geleng-geleng kepala. Wakil Ketua DPRD Mempawah, Riduan M Yusuf, membongkar empat dosa besar yang ditemukan di area SPBU tersebut:
1. Barcode "Sakti" untuk Mobil Rusak: Kendaraan yang STNK-nya sudah mati atau kondisinya tidak layak jalan, herannya tetap mulus lolos verifikasi dan mendapatkan barcode subsidi.
2. Truk "Hantu" yang Hobi Parkir: Berjejer truk yang sengaja nongkrong berhari-hari di SPBU. Bukannya beroperasi mengangkut barang untuk roda ekonomi, mobil-mobil diam ini justru rutin "disuapi" solar subsidi oleh pihak SPBU.
3. Karpet Merah untuk Pelangsir: Ada indikasi kuat terjadinya pembiaran, di mana pihak SPBU sengaja memberikan fasilitas dan ruang bagi para pengantri nakal ini.
4. Sistem yang Dikibuli: Penggunaan satu barcode secara berkali-kali tanpa ada tindakan tegas dari operator.
"Kami melihat ada pembiaran, bahkan terkesan memberi fasilitas kepada para pengantri nakal oleh pihak SPBU," tegas Riduan M Yusuf dengan nada geram. Ia mendesak pengelola SPBU untuk segera memperketat pengawasan digitalisasi barcode agar hak masyarakat kecil tidak dirampok.
Sikat Habis Premanisme dan Pungli! Sidak besar-besaran ini menjadi sinyal peringatan keras (warning) bagi seluruh pengelola SPBU di Mempawah. Tak main-main, Satgas Pengawas BBM menegaskan bahwa fokus mereka bukan cuma membenahi sistem barcode yang bobrok, tetapi juga menyapu bersih praktik pungli hingga aksi premanisme yang selama ini nekat membekingi antrean solar subsidi.
Jika masih ada SPBU yang nekat "main mata" dengan para pelangsir, sanksi berat dipastikan siap menanti.
Sumber : Wakil Ketua DPRD Mempawah, Riduan
M Yusuf.
Jurnalis : Nuryo Sutomo
Editor : Nofis
Publish : Redaksi https://www.jejakkasusindonesia.id



Social Header