Breaking News

Mempawah Darurat Mafia BBM: Polres Dinilai Mandul, Aliansi Sopir Kepung DPRD Bongkar Kedok 'Mobil Hantu' di SPBU!

 


https://www.jejakkasusindonesia.id

MEMPAWAH_KALBAR – Kinerja Kepolisian Resor (Polres) Mempawah mendapat pukulan telak dan kritik paling pedas sepanjang tahun ini. Dinilai mandul, menutup mata, dan seolah "tidur" dalam mengawasi penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Aliansi Sopir Kabupaten Mempawah akhirnya mengambil langkah radikal. Hari ini, Rabu (3/6/2026), massa para sopir bergerak mengepung Gedung DPRD Kabupaten Mempawah guna menuntut keadilan dan membongkar habis gurita mafia solar yang dibiarkan tumbuh subur di depan hidung aparat.


Aksi parlemen jalanan yang berlangsung dengan tensi tinggi dan sarat amarah ini dikomandoi langsung oleh Umar Faruq Noer selaku Koordinator Lapangan (Korlap) dan Idris sebagai Koordinator Aksi. Gerakan darurat ini berhasil mendesak Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Safruddin A, S.P., M.P., untuk turun tangan, memfasilitasi Rapat Dengar Pendapat (RDP), dan menandatangani dokumen ketetapan hukum.


Sopir Mengamuk: "Solar Melimpah, Tapi Mengalir ke Kantong Mafia!"


Di ruang rapat yang memanas, Koordinator Lapangan Umar Faruq Noer dengan lantang menampar narasi kelangkaan solar yang selama ini dijadikan alasan klasik oleh pihak-pihak nakal. Menurutnya, penderitaan para sopir selama ini terjadi karena hukum di Mempawah kehilangan taringnya.


"Masyarakat menyampaikan solar subsidi itu sebenarnya ada dan tidak langka! Masalahnya, distribusinya bobrok karena ditimbun dan disedot oleh para pelangsir tanpa ada tindakan tegas dari aparat!" kecam Umar Faruq Noer dengan nada tinggi.


Kondisi diperparah oleh kesaksian berani dari Koordinator Aksi, Idris. Ia membongkar borok di area SPBU yang selama ini terkesan luput dari endusan aparat hukum. Para sopir logistik kerap diperas dan menjadi korban pungutan liar (pungli) oleh oknum premanisme. Lebih gila lagi, Idris menunjuk adanya "mobil hantu"—armada pengantre milik pengepul yang parkir berbulan-bulan di pinggir jalan sekitar SPBU tanpa pernah tersentuh hukum, bertindak bebas menyedot kuota solar hak rakyat.


DPRD Ketuk Palu, Terbitkan 10 Poin Perang Melawan Spekulan!


Mendengar hantaman bukti yang dibeberkan secara telanjang oleh Aliansi Sopir, Ketua DPRD Mempawah Safruddin A, S.P., M.P. langsung mendesak perumusan kesepakatan tertulis berupa Berita Acara Rapat Kerja Nomor: 900.1.1.3./ /DPRD/2026.


Berdasarkan bukti otentik dari dokumen IMG_9831.jpg dan IMG_9833.jpg, berikut 10 poin manifesto keras yang kini resmi menjadi perintah hukum berstempel basah DPRD Mempawah:


Ganyang Penimbun: Menegaskan fakta bahwa solar subsidi ada dan tidak langka apabila didistribusikan dengan benar tanpa adanya penimbunan dan pelangsir.


Berantas Pemerasan: Mengutuk keras fakta bahwa masyarakat juga diperas atau di-pungli oleh oknum lapangan yang mencekik para sopir.


Sikat Pengantre Siluman: Menindak tegas adanya pengantri yang selalu ada dan tidak pergi, yang artinya mereka melakukan penimbunan atau mengepul solar tersebut.


Sidang Instansi Terkait: Meminta DPRD melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan masalah tersebut sampai ke akarnya.


Bersihkan Bahu Jalan: Mendesak DISHUB untuk mengecek mobil-mobil yang parkir berbulan-bulan di pinggir jalan sekitar SPBU.


Sanksi Telak SPBU: Meminta kepastian bagaimana sopir bertindak kedepannya jika masih ada SPBU yang melakukan pelangsir dan pungli.


Audit Kuota Nelayan: Meminta tolong dicek kebenaran kuota untuk nelayan tentang solar di Kuala dan Bakau laut.


Pasang Maklumat Perang: Dari pihak kepolisian akan membuat pengumuman dan akan ditempel di setiap SPBU secara wajib.


Operasi Pembersihan Aparat & Preman: Meminta kepolisian untuk menindak tegas preman, operator nozel, dan pelaku pungli/pengepul.


Sidak Kilat Besok Pagi!: Memastikan bahwa besok DISHUB terkait akan langsung melakukan sidak pada SPBU.


Ultimatum untuk Polres Mempawah: "Besok Tidak Bergerak, Kota Kami Lumpuhkan!"


Penandatanganan berita acara berstempel basah oleh Ketua DPRD Safruddin A, S.P., M.P. merupakan bukti nyata bahwa keluhan para sopir selama ini adalah fakta hukum yang tak terbantahkan. Dokumen ini sekaligus menjadi rapor merah yang menampar wajah kepolisian setempat.


Umar Faruq Noer dan Idris menegaskan, Aliansi Sopir tidak butuh janji manis di atas kertas. Jika besok Dishub tidak menggelar sidak, dan jika Polres Mempawah tetap "tidur" tanpa menyeret para preman, operator nozel, serta bos pengepul solar ke sel tahanan, maka Aliansi Sopir berjanji akan mengerahkan massa yang jauh lebih besar untuk melumpuhkan total urat nadi transportasi di Kabupaten Mempawah!

Jurnalis : Nuryo Sutomo

Publish  : Redaksi https://www.jejakkasusindonesia.id

© Copyright 2022 - JEJAKKASUSINDONESIA.ID