KETAPANG-Persoalan yang seharusnya menjadi perhatian serius ini diduga berkaitan dengan keterbatasan anggaran operasional pada Dinas Lingkungan Hidup (PSLB3) Kabupaten Ketapang yang berdampak pada terbatasnya kemampuan armada pengangkut sampah dalam menjangkau seluruh wilayah pelayanan
Sampah. bukan sekadar persoalan estetika.
Jika dibiarkan berlarut-larut, tumpukan sampah dapat berkembang menjadi persoalan lingkungan dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Karena itu penanganannya tidak boleh bersifat sporadis dan menunggu masalah membesar.
Di tengah keterbatasan tersebut, Kabid PSLB3 Kabupaten Ketapang Eduardo Hungan, S.H. melakukan langkah penertiban dan efisiensi operasional. Seluruh sopir armada pengangkut sampah dipanggil untuk dilakukan penataan kembali rute pengangkutan sesuai arahan pimpinan.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengoptimalkan armada yang tersedia agar pelayanan persampahan tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran.
Kabid PSLB3, Kabupaten Ketapang,Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah LB3 menjelaskan persoalan tersebut di ruang kerjanya,
Eduardo Hungan,S.H.mengakui bahwa anggaran DLHK saat ini belum mencukupi untuk membiayai seluruh kebutuhan operasional persampahan setiap tahunnya.
Meski demikian, keterbatasan anggaran tersebut tidak menjadi alasan untuk menghentikan pelayanan. DLHK berupaya melakukan berbagai langkah efisiensi untuk menutup kekurangan yang ada.
Eduardo Hungan,S.H. menyampaikan bahwa pihaknya berupaya agar tumpukan sampah yang terjadi di sejumlah wilayah Ketapang dapat segera diangkut kembali. Penertiban juga akan dilakukan terhadap titik-titik pembuangan sampah liar, termasuk melakukan pendataan ulang terhadap masyarakat atau pihak yang menggunakan layanan persampahan namun belum memenuhi kewajiban retribusi.
Persoalan Sampah pada akhirnya bukan hanya tanggung jawab perintah masyarakat juga memiliki kewajiban untuk membuang sampah pada tempatnya dan mengikuti mekanisme pelayanan yang telah ditetapkan.
Namun, di sisi lain keterbatasan anggaran armada dan cakupan pelayanan juga menjadi persoal yang membutuhkan perhatian serius pengelolaan Sampah tidak akan selesai hanya dengan mengangkut tumpukannya dari satu tempat ke tempat yang lain di butuhkan sistem yang kuat, anggaran yang memadai, armada yang cukup pengawasan yang konsisten, serta kesadaran masyarakat.
Sampah yang menumpuk adalah tanda bahwa ada sesuatu yang harus benahi, pemerintah tidak boleh menutup mata masyarakat tidak boleh lepas tangan sebab lingkungan yang kotor hari ini adalah Ancaman bagi kesehatan generasi Esok,
"Kebersihan bukan sekedar tentang apa yang di buang, tetapi tentang seberapa besar kepedulian kita terhadap tempat dimana kehidupan berlangsung
Kaperwil Kalbar : Jailani

Social Header