Camat Tayap Apresiasi Kesiapsiagaan PT BGA Menangani Karhutla di Wilayah Tayap
KETAPANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman yang perlu diwaspadai setiap musim kemarau, termasuk di Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Selama musim kemarau yang berlangsung sejak Juli hingga Oktober, PT BGA melakukan penanganan karhutla yang dinilai berjalan baik, terkoordinasi, dan sesuai dengan kebijakan pemerintah. Kesiapsiagaan perusahaan itu mendapat apresiasi dari Camat Nanga Tayap, Abu Haira, S.IP., M.Sos.
Kesiapsiagaan di Tengah Musim Kemarau
Pada periode Juli hingga Oktober, lahan yang mengering membuat api mudah muncul dan menyebar. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan serta penanganan cepat dari berbagai pihak.
Dalam menghadapi situasi tersebut, PT BGA tidak hanya menyiapkan langkah di lingkungan perusahaan. Perusahaan juga membuka komunikasi dan berkoordinasi dengan Forkompimcam di sekitar lokasi. Koordinasi ini dilakukan untuk menyamakan informasi, membagi peran di lapangan, dan memastikan seluruh langkah penanganan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dukungan PT BGA diwujudkan dalam beberapa bentuk.
Pertama, perusahaan membagikan peralatan pemadam api, di antaranya mesin pemadam dan pipa air, untuk membantu pemadaman di wilayah sekitar.
Kedua, PT BGA menyalurkan tandon air dan air bersih bagi masyarakat, serta membangun embung sebagai sumber cadangan air yang dapat dimanfaatkan ketika api muncul, terutama saat air sulit didapat di musim kemarau.
Ketiga, perusahaan turut terjun langsung membantu proses pemadaman di lapangan bersama pihak-pihak terkait.
Bantuan tersebut dinilai sangat berarti. Mesin dan pipa air mempercepat pemadaman, sementara embung memastikan ketersediaan air tidak bergantung pada sumber yang bisa mengering di puncak kemarau. Kehadiran personel perusahaan di lapangan juga memperkuat upaya yang dilakukan pemerintah kecamatan, kepolisian, dan pemerintah desa.
Camat: Sesuai Kebijakan Pemerintah
Camat Nanga Tayap, Abu Haira, S.IP., M.Sos., menyampaikan terima kasih kepada.PT BGA atas kesigapan dan kerja sama yang ditunjukkan perusahaan.
Menurutnya, penanganan karhutla yang dilakukan PT BGA telah sesuai dengan kebijakan pemerintah.
“Atas nama pemerintah kecamatan dan masyarakat Nanga Tayap, kami mengucapkan terima kasih kepada PT BGA atas kepeduliannya terhadap karhutla yang terjadi di wilayah kami. Bantuan peralatan pemadam, pembuatan embung, hingga keterlibatan langsung di lapangan sangat membantu.
Penanganan ini juga sudah sesuai dengan kebijakan pemerintah,” ujar Pak Camat.
Menurut Pak Camat, langkah yang sejalan dengan kebijakan pemerintah itu penting karena pencegahan dan penanggulangan karhutla menuntut kepatuhan pada aturan, kesiapsiagaan, serta kerja sama lintas pihak. Dengan begitu, risiko kerugian bagi lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi warga dapat ditekan.
Pentingnya Sinergi Lintas Pihak
Karhutla dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari kerusakan ekosistem, gangguan pernapasan akibat kabut asap, terganggunya aktivitas sehari-hari, hingga kerugian ekonomi. Karena itu, sinergi antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci agar kejadian serupa dapat ditangani lebih cepat dan dicegah sejak dini.
Ke depan, kolaborasi yang telah terbangun di Nanga Tayap diharapkan terus dijaga dan diperkuat, termasuk dalam upaya pencegahan seperti patroli, sosialisasi, dan kesiapsiagaan peralatan selama musim kemarau. Dengan kerja sama yang solid, Nanga Tayap diharapkan terhindar dari dampak karhutla yang lebih besar dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.
Kaperwil Kalbar : Jailani

Social Header