Breaking News

Terminal Kijing Tumbuh 88,25%, Mempawah Didorong Maksimalkan PAD, Tenaga Kerja Lokal dan UMKM

 


Pelabuhan Melesat, Publik Menunggu Manfaat Nyata bagi Daerah dan Masyarakat

Jejak Kasus Indonesia — Independen Mengungkap Fakta

Mempawah, Kalimantan Barat — 15 Agustus 2026

MEMPAWAH — Terminal Kijing di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, semakin menunjukkan kelasnya sebagai salah satu simpul logistik strategis Kalimantan Barat.


Sepanjang Semester I 2026, throughput Terminal Kijing tercatat mencapai 3,27 juta ton, tumbuh sekitar 88,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran 1,74 juta ton.


Pertumbuhan hampir dua kali lipat tersebut merupakan kabar positif bagi dunia kepelabuhanan, investasi dan perdagangan Kalimantan Barat.


Namun bagi masyarakat Kabupaten Mempawah, angka jutaan ton itu membawa pertanyaan yang jauh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari:


Seberapa besar pertumbuhan Terminal Kijing telah membuka pekerjaan bagi warga lokal, menghidupkan UMKM, memperluas usaha masyarakat dan memperkuat Pendapatan Asli Daerah Mempawah?


Pertanyaan tersebut bukan bentuk penolakan terhadap investasi.


Justru sebaliknya.

Semakin besar Kijing tumbuh, semakin besar pula harapan masyarakat Mempawah untuk ikut tumbuh bersamanya.

Kijing Melesat Hampir 90 Persen

Kinerja Terminal Kijing pada Semester I 2026 ditopang peningkatan aktivitas berbagai jenis muatan.

Curah kering tercatat sekitar 1,88 juta ton atau meningkat 97,18 persen. Curah cair mencapai sekitar 1,30 juta ton atau tumbuh 77,48 persen. Aktivitas general cargo juga meningkat tajam dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pergerakan peti kemas pun mulai berkembang.

Terminal Kijing telah melayani sejumlah kunjungan kapal peti kemas melalui rute domestik maupun internasional. Aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa Kijing perlahan bergerak dari sekadar proyek strategis menjadi pusat aktivitas ekonomi yang nyata.


Ekspor Langsung Sudah Berjalan

Tonggak penting terjadi pada 29 Juni 2026 ketika ekspor peti kemas langsung dari Terminal Kijing mulai dilakukan.

Berbagai komoditas unggulan Kalimantan Barat dikirim melalui terminal tersebut menuju sejumlah negara tujuan.


Perkembangan tersebut semakin menguatkan posisi Kijing sebagai salah satu pintu perdagangan Kalimantan Barat menuju pasar internasional.

Bupati Mempawah Erlina sebelumnya juga menyampaikan harapan agar keberadaan Terminal Kijing memberikan efek domino terhadap sektor jasa, perdagangan, transportasi, lapangan kerja dan perekonomian masyarakat.


Harapan tersebut patut didukung.

Namun ketika aktivitas terminal telah menunjukkan pertumbuhan 88,25 persen, masyarakat tentu juga layak mengetahui seberapa jauh efek domino tersebut sudah mulai dapat diukur.

Target PAD Mempawah Rp192,18 Miliar

APBD Kabupaten Mempawah Tahun Anggaran 2026 menetapkan target Pendapatan Asli Daerah sekitar Rp192,18 miliar.


Jejak Kasus Indonesia menegaskan bahwa peningkatan throughput Terminal Kijing tidak dapat serta-merta disamakan dengan peningkatan PAD Kabupaten Mempawah.


Tidak seluruh penerimaan aktivitas kepelabuhanan menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.


Namun pertumbuhan ekonomi yang terbentuk di sekitar pelabuhan tentu membuka berbagai potensi penerimaan daerah yang secara hukum dapat dioptimalkan.


BPPRD Kabupaten Mempawah sebelumnya bahkan telah melakukan komunikasi dengan Pelindo terkait potensi PBJT parkir di kawasan Terminal Kijing.


Karena itu, publik tidak sedang mempertanyakan mengapa seluruh pendapatan pelabuhan tidak masuk ke kas daerah.


Yang perlu dijawab adalah:


Potensi pajak dan penerimaan apa saja yang sah untuk Kabupaten Mempawah, berapa yang telah terealisasi, dan apa strategi pemerintah daerah untuk menangkap peluang ekonomi yang terus tumbuh di kawasan Kijing?


Angka-angka tersebut penting dibuka agar masyarakat dapat melihat keberhasilan pemerintah secara objektif.


Jangan Sampai Anak Daerah Hanya Melihat Kapal Berlalu


Di balik angka jutaan ton barang, terdapat persoalan yang jauh lebih sederhana bagi masyarakat sekitar.


Pekerjaan.

Bagi sebagian keluarga di Sungai Kunyit dan wilayah sekitarnya, keberhasilan Terminal Kijing bukan hanya soal kapal besar yang bersandar atau peti kemas yang keluar masuk.

Keberhasilan itu akan terasa ketika anak-anak muda Mempawah memperoleh pekerjaan, sopir lokal mendapat order, warung kecil bertambah pembeli, katering memperoleh pesanan, usaha angkutan bergerak, kontraktor lokal berkembang, dan UMKM mendapatkan pasar baru.

Di situlah pembangunan bersentuhan langsung dengan dapur masyarakat.

Karena itu, data tenaga kerja lokal menjadi sangat penting.


Berapa jumlah pekerja yang saat ini terlibat dalam operasional Terminal Kijing dan ekosistem pendukungnya?


Berapa di antaranya warga Kabupaten Mempawah?


Berapa warga Kecamatan Sungai Kunyit yang telah memperoleh kesempatan kerja?


Dan program apa yang disiapkan pemerintah untuk memastikan tenaga kerja lokal mempunyai kompetensi yang dibutuhkan industri?


Jika terdapat kekurangan keterampilan, jawabannya tentu bukan menutup investasi.


Jawabannya adalah pelatihan, sertifikasi, pendidikan vokasi dan keberpihakan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Mempawah.


«Kijing tidak cukup hanya menjadi kebanggaan karena besar pelabuhannya. Kijing akan semakin membanggakan ketika pertumbuhannya ikut membesarkan masyarakat di sekelilingnya.»


UMKM Harus Mendapat Ruang

Pertumbuhan pelabuhan juga berpotensi menciptakan pasar baru bagi pelaku usaha lokal.

Kebutuhan makanan, air minum, transportasi, perbengkelan, penginapan, logistik, kebutuhan kapal, kebersihan hingga berbagai jasa penunjang dapat menjadi peluang ekonomi.

Pemkab Mempawah bahkan tengah mengkaji pembentukan BUMD Kijing Maritim Logistik yang diarahkan bergerak dalam pelayanan kebutuhan operasional kapal atau ship chandler.

Konsep tersebut menarik karena berpotensi melibatkan pedagang pasar, toko kelontong, depot air, katering, jasa angkutan, laundry dan berbagai pelaku usaha lokal.

Namun gagasan yang baik harus bergerak menuju realisasi.


Publik layak mengetahui kapan BUMD tersebut ditargetkan beroperasi, bagaimana model bisnisnya, berapa modal yang dibutuhkan, serta bagaimana mekanisme agar UMKM Mempawah dapat benar-benar terlibat.

Jangan sampai peluang ekonomi besar hanya terlihat di atas kertas, sementara pelaku usaha kecil di sekitar Kijing tetap menjadi penonton.


Jejak Kasus Indonesia Sudah Meminta Data

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih objektif, Jejak Kasus Indonesia telah menyampaikan konfirmasi kepada BPPRD Kabupaten Mempawah, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mempawah dan pihak Pelindo.


Redaksi meminta penjelasan mengenai realisasi serta potensi penerimaan daerah dari aktivitas ekonomi kawasan Kijing, jumlah tenaga kerja lokal yang terserap, peluang kemitraan UMKM, program peningkatan kompetensi hingga proyeksi kebutuhan tenaga kerja ke depan.


Hingga berita ini disusun, redaksi masih menunggu penjelasan resmi dari para pihak tersebut.


Jejak Kasus Indonesia berharap jawaban dapat segera disampaikan secara terbuka dan berbasis data.

Bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pemberitaan.

Lebih dari itu, angka resmi diperlukan untuk menutup ruang spekulasi sekaligus menunjukkan kepada masyarakat sejauh mana manfaat Terminal Kijing sudah berjalan.

Apabila manfaat tersebut telah besar, keterbukaan data justru akan menjadi catatan positif bagi pemerintah daerah maupun pengelola pelabuhan.


Kijing Besar, Mempawah Jangan Hanya Jadi Alamat

Terminal Kijing merupakan aset strategis yang patut didukung keberlanjutannya.

Pertumbuhan throughput, mulai berjalannya ekspor langsung, berkembangnya layanan peti kemas serta rencana pembangunan infrastruktur pendukung menunjukkan bahwa kawasan tersebut memiliki prospek besar.

Namun posisi Kabupaten Mempawah tidak seharusnya berhenti sebagai alamat tempat pelabuhan berdiri.


Mempawah harus masuk lebih jauh sebagai pelaku ekonomi, pemasok tenaga kerja terampil, pusat UMKM, penerima investasi turunan dan daerah yang mampu mengoptimalkan pendapatannya sesuai aturan.

Karena ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya:

berapa juta ton barang bergerak.

Tetapi juga:

berapa lapangan pekerjaan tercipta.

Berapa UMKM tumbuh.

Berapa keluarga meningkat pendapatannya.

Dan seberapa besar Kabupaten Mempawah mampu naik kelas bersama Terminal Kijing.


Pelabuhannya sudah berlari.

Aktivitasnya sudah tumbuh hampir 90 persen.

Sekarang masyarakat menunggu angka lain ikut bergerak:

lapangan kerja, UMKM, investasi lokal dan PAD.

Kijing melesat, Mempawah juga harus ikut naik kelas.


Jejak Kasus Indonesia akan memperbarui pemberitaan setelah tanggapan resmi BPPRD Kabupaten Mempawah, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mempawah maupun Pelindo diterima.


Jejak Kasus Indonesia

Independen Mengungkap Fakta


Penulis: Nuryo Sutomo

Editor: Redaksi Jejak Kasus Indonesia

© Copyright 2022 - JEJAKKASUSINDONESIA.ID