Breaking News

Sinergi TNI-Polri Perkuat Patroli Karhutla di Wilayah Jongkat dan Segedong

 


Jejak Kasus Indonesia -- Independen Mengungkap Fakta

Mempawah_Kalimantan Barat — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat melalui patroli gabungan TNI-Polri dan satuan terkait di wilayah rawan Karhutla Kabupaten Mempawah. Pada Senin (24/8/2026), patroli gabungan dilaksanakan di sejumlah wilayah Kecamatan Jongkat dan Kecamatan Segedong sebagai langkah antisipasi sekaligus memastikan kondisi lahan pascakebakaran tetap dalam pengawasan.


Patroli yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut melibatkan personel Koramil, Yonkav 12/Beruang Chakti, Polsek Jongkat dan Polsek Segedong. Sebanyak 19 personel diterjunkan, terdiri dari tiga Babinsa, 12 personel Yonkav 12/Beruang Chakti, dua personel Polsek Jongkat dan dua personel Polsek Segedong.


Dalam kegiatan tersebut, tim menyusuri sejumlah jalur yang dinilai rawan Karhutla, di antaranya rute Desa Wajok Hilir hingga perbatasan Desa Jungkat serta Desa Peniti Dalam I menuju Dusun Parit Timur yang berbatasan dengan Desa Peniti Dalam II.


Danramil 1201-01/Jongkat Kapten Cke Agus Joko Wibowo menegaskan bahwa patroli bersama merupakan langkah penting untuk memperkuat pencegahan dan memastikan potensi Karhutla dapat ditangani sedini mungkin.


«“Patroli ini kami laksanakan secara bersama-sama sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini terhadap potensi Karhutla. Kami tidak hanya memantau kondisi wilayah, tetapi juga memastikan lahan bekas terbakar mendapatkan penanganan agar tidak kembali memunculkan titik api,” ujar Kapten Cke Agus Joko Wibowo.»


Selain melakukan pemantauan, patroli juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi dengan pihak perusahaan yang berada di sekitar wilayah rawan, termasuk PT MAS dan PT MSL. Koordinasi dilakukan sebagai bagian dari upaya bersama dalam menjaga kesiapsiagaan serta mencegah munculnya kembali titik api.


Tim gabungan juga melaksanakan pembasahan terhadap lahan bekas terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali bara api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan dan meluas ke area di sekitarnya.


Di sela kegiatan patroli, personel turut memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran dalam membuka maupun membersihkan lahan. Masyarakat juga diingatkan untuk segera melaporkan apabila menemukan asap atau indikasi titik api di lingkungan sekitar.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayah dari ancaman Karhutla. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada Babinsa, aparat kepolisian atau pemerintah setempat agar dapat segera ditindaklanjuti,” tambahnya.


Kegiatan patroli gabungan ini menjadi bagian dari langkah preventif dan berkelanjutan dalam penanganan Karhutla. Dengan memperkuat patroli, pembasahan lahan, koordinasi lintas sektor serta edukasi kepada masyarakat, potensi kebakaran dapat dideteksi dan ditangani lebih dini.


Sinergi antara TNI, Polri, satuan kewilayahan, perusahaan dan masyarakat diharapkan terus terjaga untuk menciptakan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi ancaman Karhutla, khususnya di wilayah Kecamatan Jongkat dan Segedong, Kabupaten Mempawah.

Jurnalis: Nuryo Sutomo

Jejak Kasus Indonesia

Independen Mengungkap Fakta

© Copyright 2022 - JEJAKKASUSINDONESIA.ID