MEMPAWAH_KALBAR — Pembangunan jembatan gantung sepanjang 32 meter yang akan menghubungkan Desa Ansiap, Kabupaten Mempawah, dengan Desa Tempoak, Kabupaten Landak, resmi dimulai pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Dimulainya pembangunan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat di kedua wilayah yang selama ini mengharapkan tersedianya akses penghubung yang lebih aman, mudah, dan efisien.
Tahap awal pekerjaan meliputi persiapan konstruksi, pembangunan pondasi, pemasangan struktur awal, serta mobilisasi material ke lokasi. Seluruh proses pembangunan dilaksanakan secara bertahap dengan mengutamakan kualitas konstruksi dan keselamatan kerja agar jembatan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Keberadaan jembatan gantung ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antara Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Landak. Akses yang lebih baik juga diyakini dapat mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan serta memudahkan warga menuju fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pusat perekonomian.
Salah seorang warga Desa Ansiap, Ganisius (48), mengaku bersyukur atas dimulainya pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, masyarakat selama ini harus menempuh jalur yang lebih jauh atau menggunakan sarana penyeberangan yang masih terbatas.
“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada pemerintah serta TNI yang telah memperjuangkan pembangunan jembatan ini. Semoga pembangunannya berjalan lancar dan segera selesai sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih mudah, aman, dan cepat,” ungkap Ganisius.
Masyarakat lainnya juga berharap keberadaan jembatan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan perekonomian warga di Desa Ansiap maupun Desa Tempoak. Dengan terbukanya akses antarwilayah, hasil pertanian dan perkebunan diharapkan lebih mudah dipasarkan sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Pembangunan jembatan gantung tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam menghadirkan infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan warga. Semangat gotong royong yang terbangun diharapkan dapat mendukung kelancaran pekerjaan hingga jembatan selesai dan segera dimanfaatkan.
Apabila pembangunan berjalan sesuai rencana, jembatan ini nantinya tidak hanya menjadi penghubung dua desa, tetapi juga membuka akses baru yang mempererat hubungan sosial dan ekonomi antara Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Landak.
Jurnalis : Nuryo Sutomo
Editor : Nofis
Publish : Redaksi Jejak Kasus Indonesia — Independen Mengungkap Fakta.



Social Header