MEMPAWAH, KALBAR — Festival Budaya Robo-Robo resmi dibuka pada Sabtu malam, 1 Agustus 2026, di kawasan Kuala Mempawah, Kelurahan Pasir Wan Salim, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
Malam pembukaan berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Kawasan festival dipadati pengunjung yang datang untuk menyaksikan pertunjukan seni budaya, hiburan rakyat, serta menikmati beragam produk kuliner dan dagangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Panggung hiburan, lapak masyarakat, dan berbagai aktivitas budaya turut menghidupkan suasana. Festival Robo-Robo tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang untuk merawat identitas sejarah, memperkuat kebersamaan, dan memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Mempawah kepada generasi muda serta masyarakat luas.
Tradisi Robo-Robo berkaitan erat dengan sejarah kedatangan Opu Daeng Manambon bersama rombongannya ke Mempawah pada abad ke-18. Peristiwa tersebut dikenang melalui doa keselamatan, makan bersama, dan berbagai kegiatan adat sebagai bentuk rasa syukur serta penghormatan terhadap perjalanan sejarah masyarakat Mempawah.
Melalui penyelenggaraan festival ini, masyarakat berharap tradisi Robo-Robo terus dilestarikan dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Festival juga diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata, mengembangkan seni budaya daerah, serta memberikan dampak ekonomi positif bagi pedagang dan pelaku UMKM setempat.
Kapolsek Mempawah Timur Sampaikan Imbauan Kamtibmas
Kapolsek Mempawah Timur, Iptu Imran, S.I.P., mengajak seluruh masyarakat dan pengunjung untuk bersama-sama menyukseskan rangkaian tradisi budaya Robo-Robo dengan aman, tertib, dan lancar.
Imbauan tersebut berlaku dalam seluruh rangkaian kegiatan, termasuk kegiatan di lingkungan keraton, pelaksanaan hari utama Robo-Robo, hingga hiburan rakyat yang diselenggarakan oleh panitia lokal.
Masyarakat diminta tetap waspada terhadap keamanan diri, keluarga, dan barang berharga selama mengikuti prosesi adat maupun hiburan rakyat. Para pengunjung juga diingatkan agar memarkirkan kendaraan di lokasi yang telah disediakan panitia sehingga tidak menghambat arus lalu lintas dan menimbulkan kemacetan.
Untuk menjaga ketertiban umum, masyarakat diimbau menghindari segala bentuk perselisihan dan menjadikan momentum Robo-Robo sebagai sarana mempererat silaturahmi serta melestarikan budaya leluhur.
Orang tua juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika berada di tengah keramaian maupun di sekitar kawasan perairan dan dermaga.
Hiburan Rakyat Harus Bersih dari Praktik Perjudian
Dalam seluruh rangkaian festival, panitia lokal, masyarakat, dan pihak terkait diharapkan memastikan bahwa kegiatan hiburan rakyat berlangsung secara sehat, aman, dan tidak disisipi permainan yang mengandung unsur perjudian.
Setiap bentuk perjudian maupun aktivitas lain yang bertentangan dengan ketentuan hukum tidak diperkenankan berada di kawasan festival. Masyarakat diminta segera menyampaikan informasi kepada panitia atau petugas keamanan apabila menemukan indikasi kegiatan yang mencurigakan.
Pengawasan bersama diperlukan agar kemeriahan Robo-Robo tetap mencerminkan nilai budaya, kekeluargaan, dan edukasi serta tidak dicederai oleh aktivitas yang dapat meresahkan masyarakat.
“Siskamtibmas Aman, Budaya Lestari, Masyarakat Bahagia.”
Jejak Kasus Indonesia turut mengajak seluruh masyarakat dan pengunjung menjaga keamanan, kebersihan, serta ketertiban selama rangkaian festival berlangsung. Kesadaran dan dukungan bersama diharapkan dapat menciptakan suasana yang aman, nyaman, meriah, dan memberikan kesan positif bagi Kabupaten Mempawah.
Jurnalis : Nuryo Sutomo
Editor : Nofis
Publish : Redaksi Jejak Kasus Indonesia — Independen Mengungkap Fakta.


Social Header