https://www.jejakkasusindonesia.id
MEMPAWAH, KALIMANTAN BARAT — Kasih seorang anak kepada orang tua tidak pernah benar-benar berakhir, bahkan ketika orang yang dicintai telah lebih dahulu menghadap Sang Khalik, Jum'at 14 Agustus 2026.
Ada doa yang terus dipanjatkan. Ada rindu yang disimpan dalam hati. Dan ada pula kebaikan yang sengaja ditanam agar manfaatnya terus mengalir dari dunia hingga akhirat.
Hal itulah yang tercermin dari langkah IPTU Eric Ibrahim Pattimura, Kasat Reskrim Polres Mempawah, yang menitipkan sedekah jariyah sebesar Rp3 juta untuk membantu pembangunan sumur bor Masjid Al Mulk, Dusun Simpati, Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah.
Sedekah tersebut disampaikan melalui Maman Suratman sebagai amanah dari IPTU Eric Ibrahim Pattimura. Bantuan itu secara khusus diniatkan untuk almarhumah ibundanya tercinta, Hj. Kuwati binti H. Salikun.
Bukan sekadar nominal yang menjadi makna utama dari sedekah tersebut. Di baliknya tersimpan sebuah harapan sederhana namun mendalam: agar setiap tetes air dari sumur bor itu kelak dapat memberi manfaat bagi jamaah dan masyarakat sekitar.
Air yang digunakan untuk berwudhu, membersihkan masjid, maupun memenuhi kebutuhan jamaah diharapkan menjadi bagian dari amal kebaikan yang pahalanya terus mengalir bagi almarhumah.
Dari seorang anak untuk ibundanya. Dari setetes air untuk kemanfaatan umat.
Di tengah tugas dan tanggung jawabnya sebagai Kasat Reskrim Polres Mempawah dalam menjalankan amanah penegakan hukum, Eric Ibrahim Pattimura menunjukkan bahwa pengabdian tidak hanya dapat diwujudkan melalui profesi.
Ada ruang lain dalam kehidupan yang tidak kalah penting: ruang untuk berbakti kepada orang tua, berbagi kepada masyarakat, serta meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan banyak orang.
Penyerahan bantuan pada Jumat, 14 Agustus 2026, tersebut turut disaksikan Kepala Dusun Simpati Darmono, Ketua RT Fauzi, tokoh masyarakat Yatno dan Dulhadi, Panitia Pembangunan Masjid Al Mulk Mulyadi, serta mantan Kepala Desa Sengkubang Bahtiar Yasir.
Kehadiran masyarakat dalam penyerahan sedekah itu seolah menjadi saksi bahwa kebaikan, sekecil apa pun, akan menemukan jalannya sendiri untuk memberi manfaat.
Hari ini mungkin yang diberikan adalah bantuan untuk sebuah sumur bor. Namun kelak, ketika air mulai mengalir dan jamaah mengambil wudhu sebelum menghadap Allah SWT, ada sebuah doa dan harapan yang ikut mengalir bersamanya.
Sebuah sedekah mungkin terlihat sederhana di mata manusia. Namun ketika manfaatnya digunakan berulang kali oleh banyak orang, kebaikan itu dapat menjadi jejak panjang yang tidak terputus oleh waktu.
Bagi seorang anak, kehilangan seorang ibu tentu meninggalkan ruang rindu yang tidak mudah tergantikan. Namun doa, sedekah, dan amal kebaikan dapat menjadi salah satu cara terbaik untuk terus menyambungkan cinta tersebut.
Semoga pembangunan sumur bor Masjid Al Mulk dapat segera terwujud dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi jamaah serta masyarakat Dusun Simpati.
Semoga setiap tetes air yang mengalir menjadi saksi kebaikan, menjadi amal jariyah, serta terus menghadirkan pahala untuk almarhumah Hj. Kuwati binti H. Salikun.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal kebaikannya, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, menerangi tempat peristirahatannya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Jurnalis : Nuryo Sutomo
Publish : Redaksi Jejak Kasus Indonesia — Independen Mengungkap Fakta.



Social Header