Jejak Kasus Indonesia -- Independen Mengungkap Fakta
Mempawah_Kalimantan Barat – Upaya mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi terus dilakukan jajaran Kodim 1201/Mempawah. Personel Koramil 1201-02/Sungai Pinyuh melaksanakan patroli sekaligus sosialisasi pencegahan Karhutla di Desa Nusapati, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Minggu (23/8/2026).
Patroli dipimpin Sertu Paino dengan melibatkan lima personel Koramil bersama lima warga. Personel menyisir sejumlah kawasan rawan Karhutla, mulai dari batas desa dan pemukiman warga, lahan kosong yang ditumbuhi semak belukar hingga kawasan tanah gambut.
Kegiatan tersebut sekaligus merupakan pemantauan lanjutan pascakebakaran yang terjadi sekitar empat hari sebelumnya. Kebakaran diperkirakan menghanguskan lahan kurang lebih 3 hektare. Patroli dilakukan untuk memastikan api telah benar-benar padam serta tidak terdapat bara atau kepulan asap yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan pemantauan berkelanjutan, khususnya terhadap lokasi yang sebelumnya mengalami kebakaran.
«“Patroli pascakebakaran ini penting dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi bara yang berpotensi memicu munculnya api kembali. Kami minta seluruh jajaran terus melakukan pemantauan di wilayah rawan Karhutla dan bergerak cepat apabila menemukan titik api. Pencegahan tidak cukup hanya dengan pemadaman, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan peran aktif masyarakat,” ujar Dandim.»
Selain melakukan penyisiran, personel juga memeriksa kesiapan embung, kanal maupun sumber air terdekat yang dapat digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla.
Danramil 1201-02/Sungai Pinyuh Kapten Inf Ary Cahyono mengatakan, keterlibatan masyarakat sangat diperlukan dalam mencegah munculnya kembali titik api. Menurutnya, masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan lingkungan sehingga memiliki peran penting dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.
«“Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Setelah terjadi kebakaran, personel akan tetap melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi benar-benar aman. Kami juga mengajak masyarakat segera melapor apabila melihat kepulan asap atau titik api sekecil apa pun, sehingga dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas,” tegas Kapten Inf Ary Cahyono.»
Dalam kegiatan tersebut, personel Koramil juga memberikan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melihat adanya asap atau indikasi munculnya api di kawasan lahan kering, semak belukar maupun gambut.
Personel turut mengajak masyarakat dan kelompok peduli api untuk aktif melakukan pengawasan serta segera melaporkan setiap tanda-tanda kebakaran. Respons cepat dinilai menjadi salah satu kunci untuk mencegah api berkembang dan meluas ke kawasan permukiman maupun lahan lainnya.
Patroli juga menjadi sarana mempererat komunikasi dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui dialog langsung, personel dapat mengetahui kondisi di lapangan sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak pembakaran lahan.
Jajaran Kodim 1201/Mempawah akan terus memperkuat patroli, pemantauan dan sosialisasi di wilayah yang memiliki potensi Karhutla. Dengan sinergi TNI dan masyarakat, diharapkan kesiapsiagaan semakin meningkat sehingga kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini.
Jurnalis: Nuryo Sutomo
Jejak Kasus Indonesia
Independen Mengungkap Fakta


Social Header