Jejak Kasus Indonesia _ Independen Mengungkap Fakta
Mempawah – Personel Koramil 1201-03/Mempawah Hilir bergerak cepat menindaklanjuti temuan sejumlah titik panas (hotspot) berdasarkan data BMKG di wilayah Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Jumat (21/8/2026).
Sebanyak 10 titik koordinat hotspot terdeteksi di wilayah Desa Sengkubang. Menindaklanjuti informasi tersebut, Danramil 1201-03/Mempawah Hilir Kapten Arm Bintoro Nugroho mengerahkan lima personel untuk melakukan pengecekan sekaligus penanganan titik api di lokasi. Dalam pelaksanaan, personel juga mendapat dukungan dari tiga orang masyarakat.
Tim bergerak menuju lokasi menggunakan empat unit kendaraan roda dua. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, ditemukan lahan terbakar dengan luas diperkirakan kurang lebih 10 hektare. Pemilik lahan belum diketahui dan hingga saat laporan dibuat, kondisi di lokasi masih menimbulkan asap.
“Begitu menerima informasi adanya hotspot di wilayah Desa Sengkubang, kami langsung mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pemadaman. Kondisi di lapangan cukup menantang karena titik api berada jauh dari jalan dan sumber air terbatas. Namun, personel bersama masyarakat tetap berupaya melakukan pemadaman dan mencegah api meluas,” ujar Danramil 1201-03/Mempawah Hilir Kapten Arm Bintoro Nugroho.
Meski menghadapi kendala akses menuju lokasi dan keterbatasan sumber air, personel Koramil bersama masyarakat tetap melaksanakan pemadaman secara maksimal. Upaya tersebut dilakukan untuk mengendalikan titik api sekaligus mencegah kobaran merambat ke area lahan lainnya.
Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini, S.E., M.Han. menegaskan bahwa jajaran Kodim 1201/Mempawah akan terus bergerak cepat dalam merespons setiap laporan hotspot yang muncul di wilayahnya.
“Kami terus menginstruksikan jajaran untuk merespons setiap laporan hotspot secara cepat dan melakukan pengecekan langsung di lapangan. Penanganan karhutla tidak hanya sebatas pemadaman, tetapi juga pencegahan melalui edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tegas Dandim.
Selain pemadaman, personel juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar. Dandim mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan karena kebakaran lahan dapat merusak ekosistem, mencemari udara serta menimbulkan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan dan meningkatkan risiko ISPA.
“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam mencegah karhutla. Segera laporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” pungkas Dandim.
Jurnalis : Nuryo Sutomo
Redaksi Jejak Kasus Indonesia
"Independen Mengungkap Fakta"




Social Header