Jejak Kasus Indonesia -- Independen Mengungkap Fakta
Mempawah_Kalbar — Tidak menunggu api membesar, personel Koramil 1201-03/Mempawah Hilir bersama tim gabungan langsung bergerak setelah empat hotspot terdeteksi di wilayah Desa Malikian dan Desa Antibar, Senin (24/8/2026).
Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri dan BPBD Kabupaten Mempawah mendatangi lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api menjalar ke area yang lebih luas.
Sebanyak 33 personel dilibatkan dalam penanganan tersebut, terdiri dari 10 personel TNI, 12 personel Polri dan 11 personel BPBD. Mobilitas personel didukung enam kendaraan roda dua untuk menjangkau lokasi titik api.
Di lokasi, api ditemukan membakar lahan dengan luas diperkirakan mencapai kurang lebih 5 hektare. Pemilik lahan belum diketahui. Personel langsung melakukan pemadaman dan penyisiran di sekitar area terbakar.
Tiupan angin yang cukup kencang dan terbatasnya sumber air menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Meski demikian, upaya pemadaman terus dilakukan untuk mencegah api meluas.
Di sela penanganan, personel juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebiasaan tersebut dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan dan berdampak terhadap kualitas udara.
Hingga saat ini, beberapa bagian lokasi masih menimbulkan asap. Tim gabungan tetap berada dalam pemantauan untuk memastikan tidak muncul kembali kobaran api.
Gerak cepat ini menjadi bentuk keseriusan aparat bersama pemerintah daerah dalam mencegah Karhutla. Setiap informasi hotspot ditindaklanjuti sedini mungkin agar potensi kebakaran dapat segera dikendalikan sebelum berkembang menjadi lebih besar.
Jurnalis: Nuryo Sutomo
Jejak Kasus Indonesia
Independen Mengungkap Fakta


Social Header