Mempawah_Kalbar – Kesabaran warga Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, disebut mulai menipis. Dalam pertemuan yang digelar Sabtu (25/7/2026), masyarakat kembali mendesak PT BAI segera memberikan solusi atas dugaan dampak pembuangan limbah bauksit yang menurut warga telah lama mengganggu aktivitas mereka.
Warga mengaku kerap terdampak debu saat angin bertiup, mencium aroma yang dianggap tidak sedap pada malam hari, serta mempertanyakan realisasi bantuan sumur bor yang menurut mereka pernah dijanjikan dalam mediasi sebelumnya namun hingga kini belum terlaksana.
Masyarakat juga meminta perusahaan segera menghadirkan solusi nyata, termasuk mempertimbangkan pemindahan lokasi pembuangan limbah apabila memungkinkan atau langkah lain yang dapat melindungi warga terdampak.
Dalam pertemuan tersebut, warga turut mempertanyakan mengapa aspirasi mereka hanya diterima oleh unsur keamanan perusahaan. Menurut mereka, persoalan yang menyangkut hubungan dengan masyarakat dan dugaan dampak lingkungan seharusnya juga mendapat perhatian langsung dari pihak manajemen atau pejabat perusahaan yang berwenang memberikan penjelasan resmi agar masyarakat memperoleh kepastian.
Menanggapi aspirasi tersebut, Chief Security PT BAI, Heryanto, menyampaikan bahwa seluruh keluhan warga akan diteruskan kepada manajemen PT BAI untuk segera ditindaklanjuti. Ia juga mengimbau masyarakat tetap menjaga situasi kondusif sembari menunggu respons perusahaan.
Hingga berita ini diterbitkan, Jejak Kasus Indonesia masih menunggu tanggapan resmi dari manajemen maupun Humas PT BAI terkait keluhan warga, perkembangan realisasi komitmen yang disampaikan sebelumnya, serta alasan perwakilan perusahaan dalam pertemuan tersebut. Hak jawab dari PT BAI tetap terbuka sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang.
Jurnalis : Nuryo Sutomo
Editor : Nofis
Publish : Redaksi https://www.jejakkasusindonesia.id



Social Header