https://www.jejakkasusindonesia.id
MEMPAWAH_KALBAR – Penanganan kasus dugaan penipuan yang melibatkan oknum Anggota DPRD Kabupaten Mempawah, Subandio, dinilai berjalan di tempat. Maman Suratman selaku pelapor, secara terbuka mengkritik kinerja Satreskrim Polres Mempawah yang dianggap lambat dan tidak transparan.
Maman mengungkapkan kekecewaannya lantaran sejak laporan resmi masuk pada 23 Januari 2026, ia belum mendapatkan kepastian hukum. Ia menilai kinerja Kanit Reskrim beserta jajaran penyidik yang menangani perkara ini terkesan mengulur waktu.
“Kami menilai kinerja Satreskrim Polres Mempawah sangat lambat dalam memproses laporan ini. Padahal saksi-saksi sudah diperiksa, tapi kenapa SP2HP saja belum diberikan? Ini ada apa?” tegas Maman dengan nada kecewa, Minggu (3/5/2026).
Melihat mandeknya proses penyidikan di tingkat polres, Maman meminta agar jajaran Polda Kalimantan Barat segera turun tangan. Ia mendesak Kapolda Kalbar untuk mengevaluasi kinerja personel di lingkungan Polres Mempawah yang dianggap tidak profesional dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat.
“Saya meminta kepada Bapak Kapolda Kalbar untuk mengevaluasi kinerja Polres Mempawah. Jika di tingkat polres penanganannya buruk dan terkesan tidak berani menyentuh oknum pejabat, maka kami mohon Polda Kalbar mengambil alih atau melakukan supervisi agar kasus ini terang benderang,” tambahnya.
Maman mengingatkan bahwa penyidik memiliki kewajiban untuk memberikan SP2HP secara berkala sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019. Ketidakterbukaan pihak Satreskrim Polres Mempawah dipandang sebagai citra buruk bagi institusi kepolisian di mata publik.
Sebagai informasi, kasus ini mencuat setelah Subandio, yang merupakan anggota legislatif aktif, dilaporkan atas dugaan tindak pidana penipuan. Publik kini menyoroti apakah asas equality before the law (persamaan di depan hukum) benar-benar ditegakkan di wilayah hukum Mempawah, atau justru tumpul ketika berhadapan dengan jabatan tertentu.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Satreskrim Polres Mempawah belum memberikan jawaban resmi atas kritik terkait lambatnya penanganan perkara tersebut.
Sumber : Maman Suratman
Jurnalis : Nuryo Sutomo
Publish : https://www.jejakkasusindonesia.id
Keterangan Foto : Ilustrasi



Social Header