Breaking News

SOROTI PROBLEMATIKA PT. UNICOCO, HERMAN HABIBULLAH: CARA MAIN PERUSAHAAN BERBAHAYA, BERKEMUNGKINAN BENTURKAN MASYARAKAT

 


https://www.jejakkasusindonesia.id

MEMPAWAH, 23 April 2026 – Herman Habibullah, Tokoh Pemuda dan Aktivis Mempawah, menyoroti keras dinamika yang terjadi di PT. Unicoco Industries Indonesia yang berlokasi di Mendalok. Menurutnya, penanganan masalah oleh pihak perusahaan dinilai tidak profesional dan berpotensi besar memicu kerawanan serta mengganggu kondusivitas keamanan di Kabupaten Mempawah.

 

Dalam kurun waktu dekat ini, tercatat setidaknya tiga masalah krusial yang menjadi akar permasalahan, yakni: penyelesaian pembebasan lahan warga yang belum tuntas, pencemaran lingkungan akibat limbah yang mengganggu warga sekitar, serta tidak adanya respons positif dari pihak manajemen perusahaan saat masyarakat menyampaikan aspirasi.

 

"Kami melihat adanya pola yang tidak sehat. Warga sudah berulang kali menyampaikan protes, hingga akhirnya melakukan aksi demonstrasi. Namun, pihak perusahaan justru tidak mau menemui atau menuntaskan tuntasan tersebut. Alih-alih mencari solusi, insiden justru berujung pada gesekan fisik antara massa dan security perusahaan," tegas Herman.

 

Lebih jauh, Herman menilai langkah perusahaan yang mendampingi atau merekomendasikan pihak keamanannya membuat laporan ke Polres Mempawah terkait bentrokan tersebut adalah langkah yang salah.

 

"Ini jelas dinamika jahat. Tidak akan ada akibat jika tidak ada sebab. Perusahaan seharusnya bertanggung jawab menyelesaikan masalah, bukan malah membalas dengan laporan polisi yang justru memposisikan warga sebagai pihak yang salah," ujar Herman dengan tegas.

 

Tudingan Memainkan Isu dan Batalkan Audiensi

 

Herman Habibullah, yang juga menjabat sebagai Ketua LASKAR SAKERA Kabupaten Mempawah, menilai manajemen PT. Unicoco tidak fokus menyelesaikan masalah. Bahkan, ia menduga adanya upaya memainkan situasi untuk memecah belah atau membenturkan masyarakat lokal demi kepentingan perusahaan.

 

Hal ini diperkuat dengan informasi pembatalan sepihak rencana audiensi yang diusulkan oleh saudara Kami dari Laskar Pemuda Melayu (LPM) pada tanggal 22 April 2026. Padahal, pertemuan tersebut dimaksudkan untuk mengedepankan musyawarah mufakat.

 

"Perusahaan ini jelas tidak menghargai hukum sosial dan norma masyarakat. Akibat pembatalan tersebut, LPM akhirnya mengambil langkah dengan menyurati Pemda dan berencana melakukan aksi damai ke kantor Dinas terkait dan Kantor Bupati agar Bupati turun tangan memediasi," jelasnya.

 

Siap Turun Tangan Bersama Aliansi

 

Menyikapi situasi yang semakin memanas, Herman Habibullah menegaskan sikapnya akan turun tangan langsung bersama anggotanya. Ia juga menyatakan bahwa Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat (AMBU) serta BELATIR (Bhineka Tunggal Ika Indonesia Raya) siap bersolidaritas menuntaskan permasalahan ini.

 

"Jika dibiarkan, cara main perusahaan seperti ini sangat berbahaya dan berpotensi membuat Mempawah tidak kondusif. Kami tidak bisa diam melihat warga dizolimi dan upaya penyelesaian secara baik-baik justru dipersulit," pungkasnya.

(Nuryo Sutomo) 

© Copyright 2022 - JEJAKKASUSINDONESIA.ID