https://www.jejakkasusindonesia.id
Mempawah – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan Senggiring, salah satu ruas jalan yang hingga kini masih minim penerangan. Peristiwa tersebut kembali menyoroti lemahnya perhatian terhadap infrastruktur keselamatan publik di wilayah tersebut. Kamis 26 Februari 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, kecelakaan terjadi pada malam hari saat kondisi jalan dalam keadaan gelap dan jarak pandang pengendara sangat terbatas. Minimnya lampu penerangan di sepanjang ruas Jalan Senggiring diduga kuat menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan.
Rifky, Formature HMI Komisariat Tarbiyah Cabang Mempawah, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini bukanlah yang pertama kali terjadi.
“Jalan Senggiring sudah sering memakan korban. Bukan hanya kecelakaan lalu lintas, bahkan sebelumnya pernah terjadi tindak pembegalan di kawasan yang sama. Situasi ini menunjukkan adanya persoalan serius yang belum ditangani secara maksimal,” ujar Rifky.
Menurutnya, kondisi penerangan jalan yang tidak memadai telah lama dikeluhkan masyarakat. Pada malam hari, sebagian besar ruas jalan berada dalam kondisi gelap, sehingga membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat. Selain meningkatkan risiko kecelakaan, kondisi tersebut juga membuka peluang terjadinya tindak kriminalitas.
Secara regulatif, penyediaan penerangan jalan umum merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjamin keselamatan dan keamanan masyarakat. Infrastruktur penerangan bukan sekadar fasilitas pendukung, melainkan kebutuhan mendasar demi mencegah kecelakaan dan gangguan keamanan.
Atas dasar itu, Rifky mendesak Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup, untuk segera melakukan evaluasi lapangan dan mengambil langkah konkret berupa pemasangan serta perbaikan lampu penerangan jalan di sepanjang Jalan Senggiring dan titik-titik rawan lainnya.
“Kami meminta adanya tindakan nyata, bukan sekadar wacana. Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Jangan sampai harus menunggu korban berikutnya baru ada pergerakan,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk melakukan pemetaan wilayah rawan kecelakaan dan rawan kriminalitas sebagai langkah preventif jangka panjang. Selain pemasangan lampu, diperlukan pengawasan rutin serta perawatan berkala agar fasilitas yang telah dibangun tetap berfungsi optimal.
Masyarakat berharap pemerintah segera merespons persoalan ini secara cepat, terukur, dan transparan. Infrastruktur yang layak dan aman bukan hanya bentuk pelayanan publik, tetapi juga wujud tanggung jawab negara dalam melindungi warganya.
(Nuryo Sutomo)



Social Header