Breaking News

Mahasiswa Kritik Bupati Erlina Tak Copot Pejabat Terlibat Korpusi Dinas PUPR Mempawah


jejakkasusindonesia.id

Mempawah_Kalbar -- Aliansi Mahasiswa Mempawah (AMM) mengkritisi sikap Bupati Mempawah, Erlina yang enggan mencopot pejabat terlibat dalam skandal dugaan korupsi proyek peningkatan jalan di Dinas PUPR Mempawah yang saat ini sedang ditangani KPK. Alih-alih dicopot, pejabat tersebut justru tetap dilantik dengan jabatan Kepala Dinas.

Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Mempawah pada Kamis 02 Oktober melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama. Dari belasan pejabat yang dilantik, terdapat sepuluh orang yang dimutasi dan promosi, sedangkan lainnya dikukuhkan dengan jabatan yang sama.

Ketua Aliansi Mahasiswa Mempawah, Muslim menilai kebijakan Bupati Erlina tak mencerminkan komitmennya dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi.

“Statmen-stamen Bupati Erlina untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi sama sekali tidak terbukti. Faktanya, Bupati tetap melantik pejabat yang terlibat dalam skandal dugaan korupsi di Dinas PUPR Mempawah,” sesal Muslim, Jumat 03 Oktober di Mempawah.

Menurut Muslim, sudah menjadi rahasia publik siapa saja pejabat-pejabat yang terlibat dalam pusaran skandal korupsi di Dinas PUPR Mempawah. Anehnya, Bupati Erlina tetap mempertahankan pejabat tersebut.

“Saya fikir Pemkab Mempawah tidak kekurangan pejabat yang berkualitas dan bersih dari korupsi. Namun, Bupati Erlina tetap tak berani untuk mencopot pejabat-pejabat yang terlibat skandal korupsi. Ini membuktikan Bupati Erlina tidak serius dalam memberantas korupsi,” cecarnya.

Lebih jauh, Muslim pun menyayangkan sikap dan moral para pejabat Pemkab Mempawah yang terlibat skandal korupsi Dinas PUPR Mempawah. Mereka seakan tak memiliki tanggungjawab moral kepada masyarakat Kabupaten Mempawah.

“Mereka sudah kehilangan rasa malu. Harusnya mereka mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada masyarakat. Faktanya, mereka tetap bertahan dengan jabatanya dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa,” geramnya.  

KPK telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus korupsi proyek peningkatan jalan tahun 2015 di Dinas PUPR Mempawah. Terdiri dari dua penyelenggara negara dan satu pihak swasta.

KPK juga telah melakukan penggeledahan di 16 lokasi termasuk di Kantor Dinas PUPR Mempawah. Bahkan, baru-baru ini KPK juga menggeledah Rumah Dinas Bupati Mempawah, Rumah Pribadi Gubernur Kalbar Ria Norsan di Pontianak dan Rumah Dinas Gubernur Kalbar. Sejumlah pejabat termasuk Gubernur Kalbar, Ria Norsan telah menjalani pemeriksaan di Gedung KPK dalam kapasitasnya selaku Bupati Mempawah pada periode 2015 lalu.

Sumber : Ketua Aliansi Mahasiswa Mempawah, Muslim. 

(Nuryo Sutomo) 

© Copyright 2022 - JEJAKKASUSINDONESIA.ID