Breaking News

Jalan Desa Rusak Parah, DPRD Mempawah Dituding "Omong Kosong Simak Selengkapnya.. ⬇️⬇️⬇️





www.jejakkasusindonesia.id
 
MEMPAWAH, KALBAR – "Kerja DPRD Mempawah cuma omong kosong!" Begitu kritik pedas yang dilontarkan Herman Habibullah, koordinator Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu (AMBU), terkait lambannya respons terhadap keluhan warga Desa Pasir. AMBU menyoroti dugaan pelanggaran mobilitas PT. Modern Widya Technical yang menyebabkan kerusakan parah pada jalan Desa Pasir.
 
Aksi unjuk rasa yang digelar pada 13 Juni 2025 di depan kantor DPRD Mempawah dan Dialogis di Ruangan Paripurna menjadi puncak kekesalan warga. Mereka menuntut kejelasan terkait aktivitas PT. Modern Widya Technical yang diduga melanggar batas beban jalan di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir.
 
Herman Habibullah, koordinator Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu (AMBU), menjelaskan kepada Jejakkasusindonesia.id saat di konfirmasi, Kami sudah berulang kali berkomunikasi dengan dinas terkait dan anggota DPRD, tapi hasilnya nihil. PT. Modern Widya Technical tetap beroperasi siang malam, seenaknya melewati jalan desa kami yang sudah rusak parah," ungkap Herman dengan nada geram.
 
Jalan desa tersebut merupakan satu-satunya akses vital bagi warga untuk beraktivitas sehari-hari. Kerusakan yang semakin parah membuat mobilitas warga terhambat. AMBU menduga ada "permainan" di balik diamnya para pejabat berwenang.
 
"Kami curiga ada oknum yang bermain mata, sehingga pejabat terkait tutup mata dan telinga,
"tegas Herman Habibullah.
 
" Selanjutnya, AMBU mempertanyakan siapa yang akan bertanggung jawab jika jalan desa semakin hancur setelah kepentingan perusahaan terpenuhi. Pertanyaan ini ditujukan kepada DPRD Mempawah, Bupati Mempawah, Kepala Desa Pasir, PT. Modern Widya Technical, dan bahkan masyarakat.
 
"Siapa yang mau tanggung jawab kalau jalan ini hancur? Apakah kami, masyarakat, yang harus patungan memperbaikinya?" tanya Herman dengan nada retoris.
 
"Lebih lanjut, kami ingatkan kepada Anggota DPRD Mempawah untuk segera lakukan Tupoksinya. apabila dalam waktu dekat ini tidak ada tindakan nyata juga, maka kami akan lakukan Aksi Demonstrasi Jilid II dengan Gerakan Masa yang lebih Besar. ini menjadi sinyal kuat bahwa kesabaran masyarakat sudah habis. Mereka menuntut tindakan nyata dari para pemangku kebijakan untuk segera menyelesaikan masalah ini dan memastikan jalan desa dapat kembali berfungsi sebagai akses utama warga,"Tegas Herman. 


Sumber : Herman Habibullah, koordinator Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu (AMBU)

Jurnalis : Nuryo Sutomo



© Copyright 2022 - JEJAKKASUSINDONESIA.ID